Home » Berita » Pendaftaran Sekolah Vokasi Industri 2026 Dibuka Melalui Jalur JARVIS

Pendaftaran Sekolah Vokasi Industri 2026 Dibuka Melalui Jalur JARVIS

Pendaftaran Sekolah Vokasi Industri 2026 Dibuka Melalui Jalur JARVIS

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membuka pendaftaran untuk sekolah vokasi industri binaannya pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor pendidikan vokasi industri di Indonesia.

Proses penerimaan peserta didik baru ini diselenggarakan melalui sistem Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama. Periode pendaftaran untuk jenjang politeknik dan akademi komunitas berlangsung mulai tanggal 6 April hingga 5 Juni 2026. Sementara itu, bagi calon siswa SMK vokasi industri, pendaftaran dibuka lebih awal, yaitu dari tanggal 6 April hingga 15 Mei 2026.

Pendaftaran dapat diakses secara daring melalui laman resmi yang telah disediakan oleh Kemenperin. Calon peserta didik diharapkan untuk mempersiapkan diri dan mengikuti seluruh prosedur pendaftaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan bahwa penguatan pendidikan vokasi mendapatkan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dipandang sebagai fondasi krusial dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas untuk sektor industri.

Presiden secara konsisten menggarisbawahi pentingnya pendidikan vokasi sebagai prioritas nasional. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa lulusan dari lembaga pendidikan vokasi memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan riil di dunia kerja, baik di tingkat domestik maupun di pasar global.

Saat ini, Kemenperin mengelola sebanyak 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri. Institusi-institusi ini secara berkelanjutan menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri.

Lebih lanjut, Menteri Perindustrian menyatakan bahwa sebagian besar lulusan dari sekolah vokasi binaan Kemenperin berhasil terserap langsung ke dunia kerja. Bagi mereka yang belum langsung mendapatkan pekerjaan, rata-rata proses pencarian kerja membutuhkan waktu maksimal enam bulan setelah kelulusan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan vokasi dirancang untuk membekali para lulusan dengan kemampuan teknis yang mendalam, serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi industri yang terus berubah.

Doddy Rahadi merinci bahwa pada tahun 2025, tingkat penyerapan lulusan pendidikan vokasi ke industri tercatat mencapai 68 persen segera setelah kelulusan. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 100 persen dalam kurun waktu enam bulan pasca kelulusan.

Data dari pelaksanaan JARVIS tahun 2025 menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para calon peserta didik. Jumlah pendaftar untuk jenjang politeknik dan akademi komunitas mencapai 82,8 ribu orang. Sementara itu, untuk jenjang SMK vokasi industri, tercatat sebanyak 28,8 ribu pendaftar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2024 terdapat sekitar 60 ribu pendaftar untuk perguruan tinggi vokasi dan 23,5 ribu untuk SMK.

Doddy Rahadi juga menjelaskan bahwa terdapat tiga jalur penerimaan yang disediakan dalam sistem JARVIS, yaitu JARVIS Bersama, JARVIS Mandiri, dan JARVIS Prestasi. Setiap jalur memiliki mekanisme pendaftaran dan persyaratan yang berbeda, sesuai dengan ketentuan masing-masing unit pendidikan vokasi.

Baca juga di sini: SMP Negeri 1 Telukjambe Timur Karawang Luncurkan Sistem Absensi Daring untuk Pantau Siswa

Penting untuk dicatat bahwa seluruh proses pendaftaran melalui jalur JARVIS ini tidak dikenakan biaya. Adapun biaya pendidikan selama masa studi akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh masing-masing institusi vokasi di bawah naungan Kemenperin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *