Home » Berita » Modus Tukang Rujak Cabuli Siswi SD: Astaghfirullah!

Modus Tukang Rujak Cabuli Siswi SD: Astaghfirullah!

Modus Tukang Rujak Cabuli Siswi SD: Astaghfirullah!

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Kepolisian mengungkap modus operandi yang digunakan oleh seorang tukang rujak dalam kasus pencabulan terhadap siswi Sekolah Dasar (SD) di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Modus yang digunakan adalah memanfaatkan kedekatan dan kepercayaan yang telah terjalin.

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Nunu Suparmi, menjelaskan bahwa pelaku telah mengenal korban sejak korban berusia lima tahun.

Hubungan kedekatan ini terjalin karena orang tua korban sering menitipkan anak mereka kepada pelaku saat pulang kerja larut malam.

Kondisi ini membuat korban merasa sangat percaya kepada pelaku.

Kepercayaan tersebut semakin diperkuat dengan adanya pemberian uang dan jajanan oleh pelaku kepada korban.

Pelaku sering memberikan uang sebesar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu, serta berbagai macam jajanan kepada korban.

Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi pencabulan ini telah berlangsung sejak tahun 2022 hingga Maret 2026.

Total ada sekitar empat kali kejadian yang dilakukan di berbagai lokasi.

Awalnya, orang tua korban tidak mengetahui sama sekali mengenai kejadian yang menimpa anak mereka.

Korban merasa takut untuk menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya.

Kasus ini baru terungkap setelah seorang teman korban mengetahui peristiwa tersebut dan melaporkannya kepada guru di sekolah.

Guru bernama D menerima laporan tersebut pada tanggal 12 Mei 2026.

Setelah itu, ibu korban yang bernama S akhirnya mengetahui kejadian tersebut dan segera melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Barat.

Sebelumnya, warga sempat mendatangi rumah seorang tukang rujak berusia 50 tahun di Jalan Guji Baru, RT 05/RW 02, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 13 Mei 2026.

Kedatangan warga ini dipicu oleh dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pria tersebut terhadap seorang siswi SD.

Aksi warga yang mendatangi rumah terduga pelaku ini sempat viral di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah warga yang merasa kesal dan bahkan berusaha mengamuk saat pelaku diamankan oleh pihak kepolisian.

Menurut keterangan dari warga sekitar, pria tersebut sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang rujak.

Selain itu, pelaku juga dikenal sering terlibat dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara itu, ketua lingkungan setempat, Asarkat, menyatakan bahwa informasi awal terkait dugaan kasus ini diterima melalui pihak sekolah korban.

“Menurut pengakuan dari pihak orang tua, kasus itu sudah dilaporkan terkait dugaan pelecehan,” ungkap Asarkat pada 14 Mei 2026.

Namun, Asarkat mengaku belum mengetahui secara pasti kapan persisnya kejadian yang dilaporkan tersebut berlangsung.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak sekolah telah melakukan pendalaman terlebih dahulu sebelum menyarankan orang tua korban untuk melaporkan kejadian ini kepada aparat berwenang.

“Kejadiannya kapan, kami belum tahu pasti. Tapi setahu saya, yang menindaklanjuti awalnya dari pihak sekolah,” tutur Asarkat.

Menurutnya, keluarga korban juga dilaporkan telah membawa anak tersebut untuk menjalani pemeriksaan medis atau visum.

Namun, hasil visum tersebut hingga saat ini belum diketahui oleh pihak lingkungan.

Baca juga: Tabrakan Beruntun Tol Cipali KM 88: Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong Terlibat

“Katanya sudah divisum, tapi hasilnya kami belum tahu,” imbuh Asarkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *