Home » Berita » Sanyo Mati Total! Pengusaha Tahu Tempe Haurgeulis Rugi Bandar Akibat Jadwal Listrik PLN Meleset

Sanyo Mati Total! Pengusaha Tahu Tempe Haurgeulis Rugi Bandar Akibat Jadwal Listrik PLN Meleset

Story instagram @pln_haurgeulis

HAURGEULIS, INDRAMAYU – Sektor industri rumahan di wilayah Haurgeulis dan sekitarnya mengalami pukulan telak pada Rabu, 10 Juni 2026. Insiden PLN Haurgeulis mati lampu secara mendadak di jam-jam produktif siang hari membuat roda perekonomian lokal lumpuh. Kerugian paling drastis dirasakan oleh para pelaku UMKM produsen tahu dan tempe, yang terpaksa menghentikan aktivitas operasionalnya akibat ketiadaan pasokan air bersih.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya sistem mitigasi informasi dari pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Haurgeulis. Pengumuman penting mengenai manajemen beban yang berdampak pada hajat hidup orang banyak ini dinilai tidak tersebar merata karena hanya dipublikasikan melalui fitur status (Story) WhatsApp dan media sosial secara temporer.

Kronologi Pemadaman: Operasional Terhenti di Jam Kerja Utama

Story instagram @pln_haurgeulis
Story instagram @pln_haurgeulis

Berdasarkan data yang dihimpun, pihak PLN awalnya merencanakan pemeliharaan jaringan distribusi yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Pemadaman ini diklaim sebagai langkah penguatan sistem kelistrikan di wilayah unit layanan setempat.

Namun, realitas di lapangan memicu kepanikan para pelaku usaha. Aliran listrik mulai diputus sejak pukul 10.18 WIB. Ketika waktu beranjak siang hingga pukul 13.51 WIB, tanda-tanda perbaikan belum juga terlihat dan wilayah terdampak masih mati total tanpa ada kejelasan informasi lanjutan dari pihak PLN Haurgeulis.

Aliran listrik baru dilaporkan kembali normal secara menyeluruh pada pukul 14:26 WIB (02.26 siang). Keterlambatan pasokan daya selama hampir 4 jam di siang hari ini langsung memicu efek domino yang merusak jadwal kerja industri rumahan.

Dampak Fatal Bagi UMKM: Krisis Air Bersih untuk Cuci Kedelai

Bagi para pengrajin tahu dan tempe perorangan di wilayah seperti Cipancuh, Kubang Gading, hingga Kopyah, listrik adalah urat nadi produksi. Proses pengolahan kedelai sangat bergantung pada ketersediaan air bersih dalam volume besar yang ditarik menggunakan mesin pompa air elektrik (sanyo).

Matinya arus listrik dari pukul 10.18 hingga 14.26 WIB otomatis membuat mesin sanyo mati total. Tanpa adanya pasokan air, tahap krusial seperti pencucian dan perendaman bahan baku kedelai tidak bisa berjalan. Para buruh pabrik hanya bisa duduk menganggur menunggu kepastian kapan listrik akan kembali menyala.

Akibat jadwal pengerjaan yang molor hingga sore hari, distribusi produk tahu dan tempe ke pasar-pasar tradisional dipastikan mengalami keterlambatan serius. Para pengusaha mengaku harus menanggung kerugian materiil akibat biaya operasional yang membengkak serta potensi penurunan kualitas bahan baku kedelai yang terlalu lama didiamkan.

Daftar Puluhan Desa yang Menjadi Korban “Manajemen Beban”

Meskipun pada awalnya beredar informasi bahwa pemeliharaan hanya berpusat di Desa Wanakaya dan Desa Tumaritis, dokumen internal PLN yang tersebar membuktikan skala pemadaman ini terjadi secara masif.

Catatan Redaksi: Berdasarkan salinan digital pengumuman resmi dari berkas Foto diatas, berikut adalah area dan desa yang mengalami pemutusan aliran listrik total:

  • Wilayah Haurgeulis: Desa Haurgeulis, Wanakaya, Tumaritis, Cipancuh, Kertanegara, Mekarjati, Sukajati, Kubang Gading, Kebon Buah, Pilang Baleraja, dan Karangtumaritis.

  • Wilayah Anjatan & Sukra: Desa Kopyah, Anjatan, Bugis Tua, Salam Darma, Mangunjaya, Sumbermulya, Lempuyang, Cilandak, dan Limpas.

  • Wilayah Gantar & Kroya: Desa Temiyang, Temiyangsari, Jayamulya, Sidodadi, Kedungdawa, Drunten Wetan, Drunten Kulon, Pranti, Wanguk, Kedungwungu, Cipaat, Kertajaya, Arjasari, serta sebagian wilayah Cilege dan Cadasngampar.

Luasnya zona terdampak ini memicu pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas sistem pembagian beban yang diterapkan oleh ULP PLN Haurgeulis.

SOP Komunikasi via “Story” Menuai Kritik Tajam Warga

Selain masalah durasi, sorotan utama masyarakat tertuju pada buruknya transparansi informasi publik. Keputusan PLN Haurgeulis yang hanya menaruh edaran daftar puluhan desa padam di fitur Story WhatsApp dan Instagram dianggap tidak etis. Konten Story yang akan terhapus otomatis dalam 24 jam dinilai tidak mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang tidak setiap saat memantau ponsel mereka.

Warga menuntut agar PLN Haurgeulis menggunakan kanal komunikasi yang lebih permanen dan struktural, seperti pemberitahuan tertulis ke kantor desa atau maklumat resmi di beranda utama media sosial jauh-jauh hari sebelum eksekusi pemadaman dilakukan.

Rapor Merah Kelistrikan: Seminggu Sudah 3 Kali Padam

Kemarahan para pemilik industri rumahan sangat mendasar. Pasalnya, dalam kurun waktu satu minggu terakhir, wilayah Haurgeulis dan sekitarnya tercatat sudah mengalami minimal 3 kali insiden mati lampu tanpa ada kepastian informasi yang jelas dari pihak penyedia layanan.

Hingga saat ini, para pedagang dan asosiasi UMKM lokal masih menunggu kejelasan mengenai kompensasi kerugian waktu serta jaminan keandalan sistem listrik ke depan. Masyarakat berharap manajemen tingkat atas PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional ULP Haurgeulis agar kejadian serupa tidak terus-menerus mengorbankan mata pencaharian rakyat kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *