SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Perpustakaan Ki Hajar Dewantara di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, baru-baru ini menjadi tuan rumah sebuah kegiatan edukatif yang sangat penting, yaitu penyuluhan tanggap bencana skala desa.
Acara yang diselenggarakan di lingkungan perpustakaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat, khususnya warga desa, dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah mereka.
Penyuluhan ini merupakan inisiatif penting dari Perpustakaan Ki Hajar Dewantara, yang secara aktif berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. Keberadaan perpustakaan tidak hanya sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam menghadapi era di mana bencana alam maupun bencana non-alam dapat terjadi kapan saja, pemahaman mengenai langkah-langkah tanggap darurat menjadi krusial. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan saat situasi darurat.
Materi yang disampaikan mencakup identifikasi potensi risiko bencana di wilayah Haurgeulis, prosedur evakuasi yang aman, serta tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan sebelum bantuan profesional tiba. Para narasumber yang dihadirkan merupakan para ahli di bidang kebencanaan dan penanggulangan bencana.
Pihak penyelenggara berharap melalui penyuluhan ini, masyarakat dapat lebih sigap dan terorganisir ketika menghadapi situasi yang tidak diinginkan. Kesiapsiagaan ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Perpustakaan Ki Hajar Dewantara sendiri memiliki peran strategis dalam mendiseminasikan informasi. Dengan menggelar kegiatan seperti ini, perpustakaan menegaskan fungsinya sebagai agen perubahan dan sumber pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Fokus pada skala desa menunjukkan komitmen untuk menjangkau langsung masyarakat di tingkat akar rumput. Hal ini penting mengingat desa seringkali menjadi garda terdepan dalam menghadapi dampak bencana.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga desa sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi bencana. Dengan adanya pengetahuan bersama, respons terhadap bencana diharapkan dapat lebih efektif dan terkoordinasi.
Masyarakat yang hadir dalam penyuluhan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak pertanyaan diajukan kepada para narasumber, menunjukkan betapa besarnya minat dan kepedulian warga terhadap isu keselamatan.
Penyuluhan tanggap bencana ini bukan sekadar acara satu kali, melainkan diharapkan dapat menjadi bagian dari program berkelanjutan untuk terus meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat Haurgeulis. Perpustakaan Ki Hajar Dewantara berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya semacam ini di masa mendatang.

Leave a Reply