SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Duka mendalam menyelimuti Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Senin, 13 Juli 2026, seiring dengan kedatangan jenazah ibu dan anak yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan maut di Jalur Pantura. Tangis haru pecah saat kedua jenazah tersebut tiba di rumah duka, disambut oleh keluarga, kerabat, dan tetangga yang tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian mereka.
Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Sumarni (45) dan putrinya, Sri Wahyuni (17), terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di wilayah Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Minggu, 12 Juli 2026 malam. Insiden ini melibatkan sebuah mobil minibus yang ditumpangi kedua korban dengan sebuah truk tangki.
Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut diduga bermula ketika mobil minibus yang dikemudikan oleh Sumarni mengalami pecah ban. Akibatnya, kendaraan oleng dan masuk ke jalur berlawanan, langsung bertabrakan dengan truk tangki yang melaju dari arah berlawanan.
Akibat benturan keras, kedua korban yang berada di dalam mobil minibus tidak berhasil selamat. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui secara pasti kronologi kecelakaan. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
Kedatangan jenazah di rumah duka disambut dengan suasana mencekam. Para pelayat yang hadir tak mampu menahan air mata melihat peti mati yang berisi jasad ibu dan anak tersebut. Suara tangisan bersahutan, mengiringi prosesi pemakaman yang rencananya akan dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Cempeh.
Tokoh masyarakat setempat, Bapak H. Ahmad, mengungkapkan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Beliau menyampaikan bahwa sosok Sumarni dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah di lingkungan desa. Sementara Sri Wahyuni, putrinya, masih dikenal sebagai sosok remaja yang ceria dan aktif.
“Kami sangat berduka atas kepergian Ibu Sumarni dan ananda Sri Wahyuni. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Desa Cempeh. Kejadian ini sungguh mengejutkan dan meninggalkan luka mendalam bagi kita semua,” ujar Bapak H. Ahmad dengan nada lirih.
Beliau menambahkan bahwa Jalur Pantura memang dikenal sebagai salah satu jalur yang padat dan seringkali rawan kecelakaan. Oleh karena itu, beliau mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terutama saat melintasi jalur tersebut. Keselamatan diri dan keluarga adalah prioritas utama.
Pihak keluarga korban yang diwakili oleh Bapak Slamet, suami dari almarhumah Sumarni, tampak tegar meskipun diliputi kesedihan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil, serta kepada petugas kepolisian yang telah menangani proses evakuasi dan penyelidikan.
“Kami hanya bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga almarhumah Ibu Sumarni dan ananda Sri Wahyuni mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Kami juga memohon agar masyarakat senantiasa mendoakan agar kami sekeluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tutur Bapak Slamet.
Kecelakaan maut di Jalur Pantura ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Tingginya volume kendaraan dan kondisi jalan yang terkadang tidak ideal seringkali menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Kesadaran dan kedisiplinan dari setiap pengguna jalan mutlak diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Pihak kepolisian mengimbau agar para pengemudi selalu dalam kondisi prima saat berkendara, tidak memaksakan diri jika merasa lelah, dan selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh. Selain itu, penting untuk tidak mengambil risiko dengan berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan atau mencoba mendahului di jalur yang tidak aman.
Suasana di rumah duka masih terasa pilu. Para pelayat silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir dan ucapan belasungkawa. Kepergian ibu dan anak dalam satu peristiwa tragis ini tentu meninggalkan luka yang sangat dalam bagi keluarga yang ditinggalkan, serta menjadi duka bagi seluruh warga Desa Cempeh.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka ini. Kejadian ini juga diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih mengutamakan keselamatan di jalan raya.

Leave a Reply