Home » Berita » Dies Natalis ke-18 Polindra: Prof. Agung Dhamar Syakti Serukan Revolusi Riset

Dies Natalis ke-18 Polindra: Prof. Agung Dhamar Syakti Serukan Revolusi Riset

Dies Natalis ke-18 Polindra: Prof. Agung Dhamar Syakti Serukan Revolusi Riset

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Perayaan Dies Natalis ke-18 Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan vokasi di Indonesia. Acara yang berlangsung di Gedung Student Center (GSC) lantai 7 tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan menjadi panggung strategis bagi para akademisi untuk merumuskan arah masa depan riset nasional.

Dalam kesempatan istimewa tersebut, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof. Agung Dhamar Syakti, hadir sebagai pembicara kunci. Kehadirannya membawa pesan kuat mengenai urgensi transformasi paradigma dalam dunia penelitian di perguruan tinggi, khususnya bagi institusi vokasi seperti Polindra.

Prof. Agung menekankan bahwa di usia yang ke-18 tahun, Polindra telah melewati fase pertumbuhan awal yang krusial. Kini, saatnya institusi tersebut melangkah lebih jauh dengan mengadopsi model revolusi riset yang bersifat kolaboratif, lintas sektoral, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata di masyarakat.

Pentingnya Revolusi Riset Berbasis Kolaborasi

Dalam paparannya, Prof. Agung menyoroti bahwa riset konvensional yang bersifat individual atau terkotak-kotak dalam satu disiplin ilmu saja sudah tidak relevan dengan tantangan zaman modern. Era disrupsi menuntut integrasi keahlian dari berbagai bidang untuk menghasilkan solusi yang komprehensif.

Revolusi riset bukan sekadar tentang kuantitas publikasi, melainkan tentang bagaimana hasil penelitian mampu menyentuh aspek kemaslahatan masyarakat luas melalui sinergi antar-lembaga dan lintas disiplin ilmu.

Ia mendorong seluruh civitas akademika Polindra untuk mulai membangun jejaring riset yang lebih luas. Hal ini mencakup kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor industri, serta pemerintah daerah. Dengan sinergi tersebut, produk riset diharapkan tidak hanya berakhir di atas kertas, tetapi dapat diimplementasikan langsung sebagai inovasi teknologi yang mendukung kemandirian ekonomi daerah.

Transformasi Perguruan Tinggi Vokasi

Politeknik Negeri Indramayu sendiri selama 18 tahun terakhir telah menunjukkan konsistensi dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja. Namun, Prof. Agung mengingatkan bahwa tantangan ke depan jauh lebih kompleks. Pendidikan vokasi tidak lagi hanya berfokus pada pelatihan keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga harus mampu menjadi pusat inovasi teknologi terapan.

Ada beberapa poin krusial yang ditekankan oleh Prof. Agung dalam arah pengembangan riset ke depan:

  • Penguatan Hilirisasi Riset: Hasil penelitian harus memiliki nilai guna bagi industri dan masyarakat, bukan sekadar pemenuhan syarat akademis.
  • Kolaborasi Multidisiplin: Menggabungkan keahlian teknis vokasi dengan pendekatan manajemen dan sosial untuk menciptakan ekosistem inovasi yang utuh.
  • Adaptabilitas Teknologi: Memastikan riset yang dilakukan selalu mengikuti perkembangan teknologi global, seperti kecerdasan buatan dan energi terbarukan.

Menyongsong Masa Depan dengan Semangat Inovasi

Dies Natalis ke-18 ini menjadi penanda bahwa Polindra kini telah matang sebagai institusi pendidikan tinggi. Atmosfer intelektual yang terbangun di Gedung Student Center (GSC) pada hari itu mencerminkan optimisme para pendidik dan mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Prof. Agung Dhamar Syakti sendiri merupakan sosok akademisi yang dikenal luas karena dedikasinya dalam pengembangan riset maritim dan lingkungan. Pandangannya mengenai revolusi riset kolaboratif ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mesin penggerak inovasi nasional.

Sebagai institusi yang berbasis di wilayah Indramayu, Polindra memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang teknologi terapan. Dengan mengintegrasikan masukan dari para pakar seperti Prof. Agung, diharapkan Polindra mampu melahirkan inovasi-inovasi yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga berdaya saing di level internasional.

Perayaan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas riset dan pengabdian masyarakat. Semangat Dies Natalis ke-18 ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi, bekerja sama, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Keberhasilan Polindra dalam menginjak usia dewasa ini adalah cerminan dari kerja keras kolektif. Dengan visi yang tajam dan kolaborasi yang solid, masa depan pendidikan vokasi di Indonesia diyakini akan semakin cerah dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *