Home » Berita » Ono Surono Tolak Reaktivasi SPP: Pendidikan Gratis Hak Rakyat

Ono Surono Tolak Reaktivasi SPP: Pendidikan Gratis Hak Rakyat

Ono Surono Tolak Reaktivasi SPP: Pendidikan Gratis Hak Rakyat

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Isu mengenai biaya pendidikan kembali memicu perdebatan sengit di Jawa Barat setelah muncul wacana mengenai reaktivasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di tingkat sekolah menengah.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, secara terbuka menyatakan penolakan keras terhadap wacana tersebut. Baginya, pendidikan bukanlah komoditas bisnis yang bisa dijadikan ladang keuntungan oleh pihak mana pun.

Ono menekankan bahwa pendidikan adalah hak konstitusional yang harus dijamin oleh negara. Ia menilai bahwa membebankan kembali biaya pendidikan kepada masyarakat melalui SPP adalah langkah mundur yang mencederai semangat pemerataan akses pendidikan.

Pendidikan Sebagai Hak Dasar, Bukan Ladang Bisnis

Dalam pandangan Ono Surono, akses terhadap pendidikan yang berkualitas merupakan instrumen utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Barat. Jika sekolah kembali menerapkan SPP, maka akan terjadi segregasi sosial di mana hanya mereka yang mampu secara ekonomi yang bisa mendapatkan pendidikan layak.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa anggaran pendidikan dikelola dengan transparan dan efisien. Alih-alih membebankan biaya kepada orang tua siswa, pemerintah seharusnya mencari solusi kreatif dalam pembiayaan pendidikan.

“Pendidikan gratis adalah hak mutlak rakyat. Jangan jadikan sekolah sebagai ladang cuan atau tempat untuk mencari keuntungan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat,” ujar Ono dalam pernyataan sikapnya yang tegas.

Konteks Anggaran dan Tanggung Jawab Pemerintah

Perdebatan mengenai SPP ini sebenarnya bukan hal baru. Di banyak daerah, tarik ulur antara anggaran pemerintah yang terbatas dan kebutuhan operasional sekolah seringkali menjadi pemicu munculnya kembali pungutan-pungutan resmi di sekolah.

Namun, Ono Surono berpendapat bahwa reaktivasi SPP bukanlah solusi yang tepat. Ia mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi mendalam terhadap alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Beberapa poin yang disoroti oleh Ono terkait pengelolaan anggaran pendidikan meliputi:

  • Transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
  • Efisiensi belanja daerah yang dinilai masih belum tepat sasaran untuk sektor pendidikan.
  • Pentingnya skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur pendidikan dibandingkan sektor non-esensial lainnya.

Dampak Sosial Jika SPP Diberlakukan

Penolakan yang disuarakan oleh Ono Surono ini juga mencerminkan keresahan masyarakat luas. Banyak orang tua siswa yang saat ini masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi pascapandemi, sehingga isu reaktivasi SPP dianggap sebagai beban tambahan yang sangat memberatkan.

Pendidikan menengah, baik di jenjang SMK maupun SMA, merupakan fase krusial bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri masuk ke dunia kerja atau perguruan tinggi. Jika biaya pendidikan menjadi hambatan, maka angka putus sekolah dikhawatirkan akan meningkat secara signifikan.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi sebuah bangsa. Membatasi akses pendidikan dengan dalih biaya operasional adalah bentuk kegagalan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsanya.

Langkah Konkret yang Diharapkan

Sebagai wakil rakyat, Ono Surono berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan di tingkat legislatif agar tidak ada celah bagi kebijakan yang merugikan masyarakat kecil. Ia mendesak agar DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera duduk bersama untuk mencari solusi alternatif.

Solusi yang ditawarkan bukan dengan membebankan biaya kepada rakyat, melainkan dengan optimalisasi pendapatan daerah dan penghematan anggaran yang tidak produktif. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis terhadap setiap kebijakan yang berkaitan dengan sektor pendidikan.

Pada akhirnya, pendidikan gratis bukan sekadar jargon politik, melainkan mandat konstitusi yang harus ditegakkan. Upaya untuk menjadikan sekolah sebagai ladang bisnis harus dihentikan demi masa depan generasi penerus yang lebih cerah dan berkeadilan.

Ke depannya, publik akan terus memantau bagaimana perkembangan wacana ini di DPRD Jawa Barat. Sikap tegas Ono Surono menjadi sinyal kuat bahwa isu pendidikan gratis akan menjadi salah satu fokus utama dalam pengawasan kebijakan publik di Jawa Barat ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *