Home » Berita » Lumbung Pangan Indramayu, Ono Surono Desak BBWS Amankan Air Pertanian

Lumbung Pangan Indramayu, Ono Surono Desak BBWS Amankan Air Pertanian

Lumbung Pangan Indramayu, Ono Surono Desak BBWS Amankan Air Pertanian

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Status Kabupaten Indramayu sebagai salah satu Lumbung Pangan nasional kini menghadapi tantangan serius yang memicu kekhawatiran mendalam bagi para petani lokal. Memasuki masa tanam kedua tahun 2026, ketersediaan air irigasi menjadi momok yang mengancam produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono. Ia secara tegas mendesak pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan distribusi air yang memadai bagi lahan-lahan pertanian di Indramayu.

Dilema Petani di Tengah Masa Tanam Kedua

Bagi para petani di Indramayu, masa tanam kedua tahun 2026 ini dirasakan jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Ketergantungan pada sistem irigasi yang dikelola oleh BBWS menjadi titik sentral permasalahan, mengingat banyak petani yang mulai cemas akan ancaman gagal panen akibat pasokan air yang tidak menentu.

Indramayu sendiri selama ini dikenal sebagai kontributor utama produksi padi di Jawa Barat, bahkan nasional. Namun, tanpa manajemen air yang efisien, predikat sebagai lumbung pangan tersebut berisiko tergerus oleh kendala teknis dan infrastruktur pengairan yang tidak optimal.

Desakan untuk BBWS

Ono Surono menekankan bahwa BBWS memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas pangan di Indramayu. Sebagai otoritas yang bertanggung jawab atas pengelolaan sungai dan irigasi, BBWS diminta untuk tidak menutup mata terhadap keluhan petani yang kesulitan mendapatkan air di saat krusial seperti sekarang.

Menurut Ono, koordinasi yang lebih baik antara pihak pengelola bendungan, pintu air, dan para kelompok tani di tingkat lapangan sangat diperlukan. Ia berharap ada solusi teknis yang cepat, seperti pengaturan rotasi air yang lebih adil dan perbaikan pada saluran irigasi yang mengalami pendangkalan atau kebocoran.

“Kedaulatan pangan kita sangat bergantung pada kesejahteraan petani. Jika air sebagai kebutuhan dasar pertanian saja tidak terpenuhi, maka target produksi nasional akan sulit tercapai,” ujar Ono menyoroti urgensi situasi tersebut.

Pentingnya Ketahanan Pangan Nasional

Perlu dipahami bahwa sektor pertanian di Indramayu bukan sekadar urusan ekonomi lokal, melainkan pilar penting dalam ketahanan pangan Indonesia. Gangguan produksi di daerah ini dapat berimplikasi pada stabilitas harga beras di pasar nasional.

Beberapa poin yang menjadi sorotan dalam desakan Ono Surono kepada BBWS meliputi:

  • Perlunya transparansi dalam manajemen distribusi air antar wilayah di sepanjang aliran sungai.
  • Penyediaan bantuan teknis untuk memperlancar aliran air menuju lahan pertanian yang berada di ujung saluran irigasi.
  • Peningkatan pengawasan terhadap pintu-pintu air guna mencegah terjadinya penyalahgunaan atau kebocoran distribusi.

Harapan untuk Masa Depan Pertanian Indramayu

Situasi yang terjadi di Indramayu pada tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi pemerintah pusat dan daerah akan pentingnya investasi pada infrastruktur pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim. Sistem irigasi modern dan manajemen air yang adaptif menjadi kebutuhan mutlak di tengah fluktuasi cuaca yang semakin sulit diprediksi.

Para petani berharap agar suara mereka didengar dan segera ditindaklanjuti. Dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk legislatif seperti Ono Surono, diharapkan mampu menekan pihak otoritas terkait untuk bekerja lebih efektif demi menyelamatkan masa tanam kedua ini.

Keberhasilan panen di masa tanam kedua ini akan menjadi indikator sejauh mana sinergi antara pemerintah dan petani dalam menjaga produktivitas pangan. Semua pihak kini menanti langkah nyata dari BBWS untuk memastikan bahwa air benar-benar mengalir hingga ke sawah-sawah milik petani di seluruh pelosok Indramayu.

Sebagai lembaga pendidikan, SMK Muhammadiyah HGLS senantiasa memantau perkembangan isu-isu strategis nasional, termasuk tantangan yang dihadapi sektor pertanian demi terciptanya generasi muda yang peduli akan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *