Home » Berita » Format Laporan PKL Bab 3 Instalasi Fiber Optic dan Penyambungan Kabel Splicer

Format Laporan PKL Bab 3 Instalasi Fiber Optic dan Penyambungan Kabel Splicer

Photo by shopee.co.id - Format Laporan PKL Bab 3 Instalasi Fiber Optic dan Penyambungan Kabel Splicer

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Bab 3 laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mengenai instalasi fiber optic dan penyambungan kabel menggunakan fusion splicer harus disusun secara sistematis dengan mencantumkan detail tahapan teknis, spesifikasi alat yang digunakan, serta analisis hasil pengujian redaman setelah penyambungan.

Penyusunan bab ini menjadi inti dari keseluruhan laporan PKL karena mendeskripsikan kompetensi teknis yang dikuasai siswa selama di industri. Fokus utama dalam penulisan adalah menjelaskan alur kerja dari persiapan kabel, pengupasan, pembersihan, hingga proses penyambungan (splicing) menggunakan mesin fusion splicer secara presisi.

Pentingnya Akurasi dalam Bab 3

Dalam bab ini, pembaca harus memahami bahwa instalasi fiber optic bukan sekadar menyambung kabel, melainkan menjaga kualitas transmisi data. Kesalahan kecil seperti kotoran pada inti serat optik atau sudut potongan yang tidak presisi dapat menyebabkan nilai redaman (attenuation) yang tinggi. Oleh karena itu, detail prosedur harus ditulis berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di perusahaan tempat siswa melaksanakan PKL.

Penyajian data dalam bab ini harus mencakup spesifikasi teknis peralatan utama. Penggunaan tabel akan sangat membantu pembaca atau penguji dalam memahami alat apa saja yang digunakan beserta fungsi utamanya dalam proses instalasi fiber optic.

Nama Alat Fungsi Utama Keterangan
Fusion Splicer Menyambung core fiber optic dengan peleburan panas Wajib dikalibrasi
Fiber Cleaver Memotong core dengan sudut 90 derajat Penting untuk presisi
Stripper Mengupas kulit kabel dan coating core Harus sesuai ukuran
OTDR Mengukur redaman dan titik putus kabel Untuk pengujian akhir
Alcohol 99% Membersihkan core dari debu dan minyak Wajib steril

Langkah-Langkah Teknis Penyambungan Fiber Optic

Prosedur penyambungan harus ditulis dengan langkah-langkah yang logis dan mudah diikuti. Pastikan setiap tahapan didokumentasikan dengan baik. Berikut adalah urutan teknis standar yang harus dijelaskan dalam laporan PKL Anda:

  1. Siapkan kabel fiber optic yang akan disambung dan masukkan protection sleeve ke salah satu ujung kabel sebelum proses penyambungan dimulai.
  2. Kupas kulit luar kabel (jacket) menggunakan stripper sesuai dengan panjang yang ditentukan oleh standar teknis perusahaan.
  3. Kupas lapisan coating pada core fiber optic dengan hati-hati hingga tersisa kaca inti yang bersih, lalu bersihkan menggunakan tisu yang dibasahi alkohol 99% hingga tidak ada sisa debu.
  4. Potong ujung core fiber optic menggunakan fiber cleaver dengan panjang yang tepat agar hasil potongan rata dan tegak lurus.
  5. Masukkan kedua ujung core ke dalam fusion splicer dan posisikan pada elektroda sesuai dengan panduan layar mesin.
  6. Tekan tombol set untuk memulai proses peleburan (splicing) dan perhatikan estimasi nilai loss (redaman) yang muncul pada layar monitor.
  7. Setelah selesai, pindahkan protection sleeve ke titik sambungan dan panaskan menggunakan heater yang ada pada mesin splicer untuk melindungi sambungan dari kerusakan fisik.

Penyebab Kegagalan Splicing dan Cara Mengatasinya

Dalam laporan, sangat disarankan untuk menambahkan bagian mengenai kendala atau masalah yang sering ditemui. Hal ini menunjukkan bahwa siswa benar-benar melakukan praktik dan memahami aspek troubleshooting di lapangan. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah nilai redaman yang terlalu besar di atas standar (biasanya di atas 0.05 dB).

Penyebab utama dari tingginya redaman ini biasanya adalah pembersihan core yang kurang maksimal, sehingga masih terdapat partikel debu yang menghalangi transmisi cahaya. Selain itu, sudut potong yang miring akibat penggunaan cleaver yang sudah tumpul atau teknik memotong yang salah juga menjadi faktor dominan kegagalan. Pastikan Anda menjelaskan bagaimana cara mengidentifikasi masalah tersebut dan langkah perbaikan yang dilakukan.

Analisis Hasil Pengukuran

Setelah proses penyambungan selesai, tahap akhir yang harus dimasukkan ke dalam Bab 3 adalah hasil pengujian. Gunakan alat OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) untuk memastikan bahwa seluruh sambungan dalam satu jalur memiliki nilai redaman yang berada di bawah ambang batas toleransi. Cantumkan grafik atau screenshot hasil pengukuran OTDR sebagai bukti otentik bahwa instalasi telah dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis yang diminta oleh klien atau perusahaan.

Tips Menulis Bab 3 agar Berkualitas

Gunakan bahasa yang lugas dan teknis. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu bertele-tele. Fokuslah pada aspek “Apa yang dilakukan”, “Bagaimana melakukannya”, dan “Apa hasilnya”. Jika Anda menggunakan merek alat tertentu, sebutkan merek tersebut sebagai bagian dari detail laporan, namun tetap utamakan prosedur umum yang berlaku di industri telekomunikasi.

Format Laporan PKL Bab 3 Instalasi Fiber Optic dan Penyambungan Kabel Splicer

📷 Photo by id.senter-e.org

Jangan lupa untuk menyisipkan catatan mengenai keselamatan kerja (K3). Mengingat serat optik adalah kaca yang sangat tipis dan tajam, penggunaan kacamata pelindung dan kehati-hatian saat membuang sisa potongan core adalah poin penting yang akan menambah nilai plus pada laporan PKL Anda di mata pembimbing atau penguji.

Q: Apakah perlu mencantumkan semua spesifikasi alat di dalam Bab 3?

Format Laporan PKL Bab 3 Instalasi Fiber Optic dan Penyambungan Kabel Splicer

📷 Photo by my.senter-e.net

A: Tidak perlu semua, cukup cantumkan alat-alat utama yang digunakan dalam proses instalasi dan penyambungan agar laporan tetap fokus dan tidak terlalu panjang.

Q: Mengapa nilai redaman harus selalu di bawah standar?

A: Karena semakin kecil nilai redaman, semakin baik kualitas transmisi data yang dihasilkan dan semakin stabil koneksi jaringan internet yang akan diterima oleh pengguna akhir.

Q: Bagaimana jika hasil splicing berulang kali gagal?

A: Periksa kebersihan alat cleaver, pastikan elektroda pada mesin splicer tidak kotor atau aus, dan pastikan prosedur pembersihan core dengan alkohol sudah dilakukan dengan benar.

Dengan mengikuti sistematika penulisan di atas, laporan PKL Anda akan terlihat profesional, inFormatif, dan memiliki kedalaman teknis yang baik. Pastikan setiap sub-bab saling berkaitan dan memberikan gambaran utuh mengenai proses instalasi fiber optic yang telah Anda lalui selama masa praktik kerja.

📷 Photo by shopee.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *