Home » Berita » Apresiasi Atim Sawano atas Aksi Warga Sekar Mulya Kembalikan Lahan Embung Rancamulya Indramayu

Apresiasi Atim Sawano atas Aksi Warga Sekar Mulya Kembalikan Lahan Embung Rancamulya Indramayu

Apresiasi Atim Sawano atas Aksi Warga Sekar Mulya Kembalikan Lahan Embung Rancamulya Indramayu

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Sebuah inisiatif positif datang dari Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, terkait penyelesaian sengketa lahan di area tanggul Embung Rancamulya. Seorang warga bernama Hamdani menunjukkan sikap kooperatif dengan mengembalikan kondisi lahan yang sempat ia keruk, sebuah langkah yang mendapatkan Apresiasi luas dari berbagai pihak.

Peristiwa ini bermula dari ketidaktahuan Hamdani mengenai batas wilayah konservasi embung. Sebagai warga yang beraktivitas di sektor pertanian, ia sempat melakukan penggalian pada tanah yang ia kira merupakan lahan kosong atau area yang tidak memiliki status hukum khusus. Tindakan tersebut kemudian diketahui menyentuh area vital tanggul penampung air.

Menyadari kekeliruan tersebut, Hamdani tidak mengambil sikap defensif. Ia segera berinisiatif menghentikan seluruh aktivitasnya dan melakukan restorasi lahan secara mandiri. Tanah yang sempat tergali dikembalikan ke posisi semula, diratakan, dan dipulihkan agar fungsi infrastruktur embung sebagai pengendali banjir dan cadangan air tetap terjaga dengan baik.

Sikap tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Hamdani menarik perhatian Atim Sawano, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Indramayu. Menurut Atim, apa yang dilakukan Hamdani merupakan contoh teladan dalam penyelesaian masalah lingkungan di tingkat lokal. Pendekatan restoratif dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan tindakan represif yang cenderung memperumit masalah sosial.

“Kita harus melihat konteksnya secara objektif. Jika tidak ada unsur kesengajaan dan pelaku menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki kerusakan, maka langkah restorasi adalah solusi yang paling bijak,” ujar Atim Sawano dalam tanggapannya.

Penting untuk dipahami bahwa Embung Rancamulya merupakan aset infrastruktur yang krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Kecamatan Gabuswetan. Infrastruktur ini berfungsi vital sebagai penampung air saat musim kemarau dan menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi banjir di wilayah tersebut. Oleh karena itu, integritas fisik tanggul harus senantiasa dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Kasus ini memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya edukasi batas wilayah bagi masyarakat sekitar area konservasi. Berikut adalah beberapa poin penting dari peristiwa ini:

Tindakan Hamdani yang segera memulihkan kondisi lahan tanpa menunggu teguran keras dari pihak berwenang mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi kekeliruan. Hal ini diharapkan dapat menjadi preseden baik bagi masyarakat lain agar selalu berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ingin memanfaatkan lahan di sekitar area publik atau wilayah konservasi.

Pihak terkait dan aparatur setempat kini diharapkan dapat menerima itikad baik tersebut sebagai bentuk penyelesaian masalah yang tuntas. Kedepannya, edukasi mengenai batas-batas lahan publik perlu ditingkatkan agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman serupa di masa depan. Dengan mengedepankan komunikasi dan solusi yang memanusiakan, kelestarian Embung Rancamulya dapat terus terjaga demi kepentingan bersama seluruh warga Indramayu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *