Home » Berita » Aktivitas Syekh Ahmad Al-Misry di Mesir Berujung Pelecehan Santri

Aktivitas Syekh Ahmad Al-Misry di Mesir Berujung Pelecehan Santri

Aktivitas Syekh Ahmad Al-Misry di Mesir Berujung Pelecehan Santri

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Dugaan modus operandi yang digunakan oleh seorang pendakwah berinisial Syekh Ahmad Al-Misry atau SAM dalam kasus pelecehan seksual terhadap santrinya di wilayah Bogor terungkap. Menurut keterangan saksi, Ustaz Abi Makki, iming-iming kesempatan untuk bersekolah gratis ke Mesir menjadi salah satu cara yang digunakan oleh SAM untuk melancarkan aksinya.

Hal ini disampaikan oleh Ustaz Abi Makki kepada para wartawan di Jakarta Selatan pada hari Kamis. Ia menjelaskan bahwa beberapa santri yang menjadi korban bahkan sudah ada yang diberangkatkan ke Mesir sebagai bagian dari modus tersebut.

Lebih lanjut, saksi tersebut memaparkan bahwa Syekh Ahmad Al-Misry kerap mengajak para santrinya untuk mendengarkan ceramahnya. Setelah itu, ia akan mengiming-imingi para santri tersebut dengan janji untuk dapat melanjutkan pendidikan di Mesir.

Ustaz Abi Makki juga menyoroti bahwa dana yang digunakan oleh SAM untuk menyekolahkan santrinya ke Mesir ternyata bukan berasal dari kantong pribadinya. Dana tersebut justru diambil dari dana umat atau jamaah majelis yang dikumpulkan dengan tujuan untuk membantu sesama umat yang membutuhkan, khususnya para santri.

Baca juga di sini: Masih Banyak Siswa di Karawang Belum Rasakan Manfaat MBG

Perbuatan dugaan pelecehan seksual ini diketahui telah terjadi sejak tahun 2021. Pada saat itu, para korban bersama dengan para guru santri dan tokoh agama telah melakukan tabayyun atau klarifikasi terhadap Syekh Ahmad Al-Misry.

Hasil dari tabayyun tersebut adalah permintaan maaf dari SAM dan sebuah janji untuk tidak mengulangi perbuatan pelecehan seksual sesama jenis tersebut. Namun, ironisnya, janji tersebut tidak ditepati.

Alih-alih bertaubat, pada tahun 2025, para guru santri justru kembali menerima pengakuan dari santri-santri mereka bahwa SAM kembali melakukan perbuatan serupa. Para guru santri kemudian berkumpul untuk membahas hal ini dan akhirnya berkonsultasi dengan guru mereka, Habib Mahdi.

Ustaz Abi Makki menguraikan, “Sudah putus berarti dari 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, empat tahun lah kira-kira, di akhir November (2025) itu kami dapat wawancara dengan Ustazah Oki dengan korban, Ustazah Oki langsung sampaikan ke kami, Habib Maki, ternyata dia (SAM) belum sembuh. Berharap dari 2021 dengan peristiwa itu sembuh gitu ya, kapok lah kira-kira.”

Atas kejadian ini, laporan resmi telah dibuat ke Mabes Polri mengenai dugaan kasus pelecehan yang dilakukan oleh SAM terhadap para santrinya. Para santri yang sebelumnya merasa takut untuk bercerita akhirnya memberanikan diri untuk mengungkap peristiwa yang telah mereka alami.

Abi menambahkan bahwa para korban dalam kasus ini terdiri dari berbagai usia, mulai dari anak di bawah umur hingga usia dewasa. Mereka diduga telah mengalami pelecehan secara berulang oleh SAM.

Parahnya lagi, perbuatan tersebut tidak jarang dilakukan di tempat ibadah, yang mana hal ini menimbulkan trauma mendalam bagi para korban hingga saat ini. Para korban merasa tidak berdaya dan bingung, bahkan cenderung menuruti karena perbuatan tersebut dibungkus dengan dalih-dalih yang disesuaikan dengan ajaran agama.

Semua korban dalam kasus ini adalah laki-laki. Laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan oleh SAM kepada para santrinya di kawasan Bogor ini telah diajukan ke Mabes Polri pada tanggal 28 November 2025 dengan nomor laporan LP/B/586/XI/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *