Home » Berita » Atim Sawano: Material Galian Proyek Harus Objektif, Bukan Asumsi

Atim Sawano: Material Galian Proyek Harus Objektif, Bukan Asumsi

Atim Sawano: Material Galian Proyek Harus Objektif, Bukan Asumsi

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Pemanfaatan material hasil galian dari proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan publik.

Seorang tokoh masyarakat, Atim Sawano, secara tegas menyatakan bahwa penilaian terhadap penggunaan material galian tersebut harus dilakukan secara objektif, bukan berdasarkan asumsi semata.

Proyek yang sedang berjalan ini diketahui melibatkan aktivitas penggalian tanah dalam skala besar untuk keperluan pelebaran jalan.

Material hasil galian ini berpotensi untuk dimanfaatkan kembali, namun Atim Sawano menekankan pentingnya pendekatan yang didasarkan pada fakta dan data.

Beliau menyoroti adanya kecenderungan sebagian pihak untuk membuat penilaian berdasarkan prasangka atau informasi yang belum terverifikasi.

Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dan potensi konflik yang tidak perlu.

Atim Sawano mendorong agar setiap pihak yang terlibat, baik pemerintah, pelaksana proyek, maupun masyarakat, memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya transparansi.

Proses pemanfaatan material galian haruslah mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dan memberikan manfaat yang jelas bagi pembangunan.

Ia menggarisbawahi bahwa asumsi liar dapat menghambat kemajuan proyek dan merusak reputasi pihak-pihak yang bekerja keras.

Oleh karena itu, diperlukan kajian teknis yang mendalam mengenai kualitas dan kuantitas material galian.

Penilaian objektif ini akan menjadi dasar untuk menentukan apakah material tersebut layak digunakan kembali untuk keperluan lain, misalnya sebagai urugan atau bahan baku konstruksi.

Jika memang material tersebut tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka harus ada penanganan yang tepat sesuai dengan peraturan lingkungan.

Atim Sawano juga mengingatkan bahwa proyek pelebaran jalan ini merupakan investasi besar untuk kemajuan infrastruktur daerah.

Setiap tahapan proyek, termasuk pengelolaan material galian, haruslah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Beliau berharap agar semua pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat Indramayu.

Fokus pada data dan fakta akan menciptakan iklim yang kondusif untuk pembangunan.

Pernyataan Atim Sawano ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme dalam setiap tindakan.

Baca juga : Praktisi Hukum: Polisi Tindak Tegas Obat Daftar G di Pintu Air Ke-2 Terusan

Penilaian yang terburu-buru atau didasari oleh dugaan semata hanya akan menimbulkan kegaduhan yang tidak produktif.

Penting untuk diingat bahwa proyek infrastruktur seperti pelebaran jalan ini memiliki dampak jangka panjang bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Oleh karena itu, setiap keputusan terkait pengelolaannya haruslah diambil dengan pertimbangan yang matang dan berdasarkan bukti ilmiah.

Atim Sawano menambahkan bahwa transparansi dalam pelaporan penggunaan material galian juga sangat krusial.

Masyarakat berhak mengetahui bagaimana sumber daya yang dihasilkan dari proyek publik ini dikelola.

Laporan yang akurat dan dapat diakses publik akan mencegah terjadinya spekulasi dan tuduhan yang tidak berdasar.

Beliau menyarankan agar pihak pelaksana proyek dapat menyediakan informasi secara berkala mengenai volume material galian yang dihasilkan dan bagaimana alokasinya.

Hal ini juga akan membantu dalam perencanaan pengelolaan limbah konstruksi di masa mendatang.

Dengan demikian, proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang tidak hanya akan menghasilkan jalan yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan sumber daya yang bertanggung jawab.

Pendekatan objektif ini akan menjadi contoh baik bagi proyek-proyek pembangunan lainnya di Kabupaten Indramayu.

Atim Sawano menekankan bahwa tujuan utama dari pernyataan ini adalah untuk menjaga agar pembangunan berjalan sesuai relnya, tanpa terganggu oleh isu-isu yang tidak substansial.

Fokus pada kualitas pekerjaan dan efisiensi penggunaan sumber daya harus menjadi prioritas utama.

Beliau berpesan agar masyarakat juga berperan aktif dalam mengawasi, namun tetap dengan cara yang konstruktif dan berbasis data.

Dialog yang sehat dan saling menghormati antarpihak akan lebih efektif dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang mungkin timbul.

Dengan demikian, proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang dapat terselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan Kabupaten Indramayu secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *