SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap situasi di Kabupaten Indramayu. Kunjungan keduanya ke wilayah tersebut dalam waktu berdekatan diwarnai dengan sorotan tajam terhadap minimnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Dedi Mulyadi, yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang lugas dan dekat dengan masyarakat, mengungkapkan kekecewaannya saat berada di Indramayu. Ia merasa ada ketidakselarasan dalam upaya pembangunan dan pelayanan publik yang seharusnya berjalan sinergis antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Menurut Dedi Mulyadi, koordinasi yang buruk ini berpotensi menghambat berbagai program strategis yang telah direncanakan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang intensif agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Indramayu.
Kritik ini bukan kali pertama dilontarkan oleh Dedi Mulyadi. Sebelumnya, saat kunjungan pertamanya, ia juga telah menyinggung adanya hambatan komunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu. Namun, tampaknya situasi tersebut belum mengalami perubahan signifikan.
Ia memberikan contoh konkret mengenai beberapa program provinsi yang terkesan berjalan sendiri tanpa adanya sinyal yang jelas dari pemerintah daerah. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan program-program tersebut di lapangan.
Dedi Mulyadi berpendapat bahwa seorang kepala daerah, termasuk bupati, memiliki peran sentral dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi. Tanpa adanya kemauan politik untuk berkoordinasi, berbagai potensi daerah bisa terbuang sia-sia.
Ia secara spesifik menyebut nama Bupati Indramayu, Lucky Hakim, sebagai pihak yang perlu lebih proaktif dalam membangun komunikasi. Dedi Mulyadi tidak ragu untuk menyampaikan pesannya secara terbuka, berharap agar Lucky Hakim dapat merespons dan melakukan perbaikan dalam pola kerjanya.
“Saya melihat ada beberapa program provinsi yang harusnya bersinergi, namun sepertinya jalan sendiri-sendiri. Ini yang saya khawatirkan, jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” ujar Dedi Mulyadi saat ditemui di Indramayu.
Ia menambahkan bahwa kunjungannya ke Indramayu kali ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya untuk melihat langsung realitas di lapangan dan memberikan masukan konstruktif. Dedi Mulyadi berharap agar kritiknya dapat diterima sebagai sebuah dorongan untuk berbuat yang lebih baik.
Minimnya koordinasi ini juga dapat berimbas pada lambatnya penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indramayu. Mulai dari infrastruktur, ekonomi kerakyatan, hingga pelayanan dasar lainnya.
Dedi Mulyadi menyarankan agar Bupati Lucky Hakim lebih sering membuka diri terhadap masukan dan menjalin komunikasi yang lebih intens dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan di Indramayu berjalan selaras dengan visi dan misi pembangunan provinsi.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan memastikan roda pemerintahan berjalan efektif melalui koordinasi yang baik.
Mantan Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini menekankan bahwa ia tidak memiliki agenda politik tertentu dalam kritiknya. Tujuannya murni untuk melihat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indramayu.
“Saya ingin Indramayu maju, masyarakatnya sejahtera. Itu saja. Dan itu hanya bisa tercapai kalau ada kerja sama yang baik antara semua pihak, terutama antara pemerintah provinsi dan kabupaten,” tegasnya.
Dedi Mulyadi berharap agar Bupati Lucky Hakim dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki pola koordinasi. Ia juga mengapresiasi masyarakat Indramayu yang menurutnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Tanpa adanya kolaborasi yang kuat, upaya pembangunan akan terasa berat dan kurang optimal.
Ia juga menggarisbawahi bahwa komunikasi yang baik bukan hanya sekadar pertemuan formal, melainkan juga melibatkan pertukaran ide, pemahaman mendalam terhadap visi masing-masing, dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang sama.
Dedi Mulyadi menutup pernyataannya dengan harapan agar Indramayu dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya. Ia percaya bahwa dengan koordinasi yang baik, potensi Indramayu dapat tergali secara maksimal.

Leave a Reply