Home » Berita » Herman Khaeron: UMKM Jadi Pilar Utama Penggerak Ekonomi Nasional

Herman Khaeron: UMKM Jadi Pilar Utama Penggerak Ekonomi Nasional

Herman Khaeron: UMKM Jadi Pilar Utama Penggerak Ekonomi Nasional

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Kekuatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali menjadi sorotan penting dalam peta jalan pembangunan ekonomi Indonesia, terutama sebagai pilar yang mampu menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.

Ketua Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar pelengkap dalam struktur ekonomi bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa sektor ini memegang peranan krusial sebagai jangkar utama yang menahan guncangan saat krisis finansial melanda Indonesia pada tahun 1998 silam.

Dalam pandangannya, ketahanan UMKM terletak pada fleksibilitas dan keterikatan yang erat dengan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Ketika industri besar mengalami kontraksi akibat fluktuasi pasar modal atau krisis moneter, UMKM justru sering kali menjadi penopang utama yang menjaga perputaran uang tetap stabil di tingkat lokal.

Transformasi UMKM sebagai Pondasi Ekonomi

Herman Khaeron menekankan bahwa untuk memperkuat posisi UMKM di masa depan, diperlukan sinergi yang lebih solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan. Pendidikan vokasi, seperti yang diterapkan di SMK Muhammadiyah, memiliki peran strategis dalam mencetak wirausahawan muda yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Pemanfaatan teknologi dalam manajemen usaha, pemasaran digital, dan akses permodalan menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan sebagai usaha subsisten, tetapi bertransformasi menjadi bisnis yang berskala lebih besar dan kompetitif secara global.

Pelajaran dari Krisis 1998

Peristiwa krisis moneter tahun 1998 menjadi studi kasus yang sangat relevan bagi para pengambil kebijakan. Pada saat itu, banyak perusahaan besar yang tumbang karena ketergantungan pada utang luar negeri dan modal asing yang masif. Sebaliknya, UMKM yang berbasis pada sumber daya lokal dan modal mandiri terbukti lebih tahan banting.

Keunikan UMKM Indonesia terletak pada:

  • Kemampuan adaptasi yang sangat cepat terhadap perubahan pasar.
  • Pemanfaatan bahan baku lokal yang meminimalisir ketergantungan pada impor.
  • Penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar yang membantu menekan angka pengangguran.
  • Fleksibilitas dalam menentukan harga yang menyesuaikan dengan daya beli masyarakat di sekitarnya.

Tantangan di Era Digital

Meskipun memiliki potensi yang luar biasa, sektor UMKM saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang terbesar. Pelaku UMKM yang enggan mengadopsi platform digital berisiko tertinggal oleh perubahan perilaku konsumen yang kini lebih gemar berbelanja melalui lokapasar (marketplace).

“UMKM harus naik kelas. Dukungan regulasi dari pemerintah dan akses terhadap literasi keuangan adalah prasyarat mutlak agar usaha kecil bisa tumbuh menjadi industri menengah yang kokoh,” ujar Herman dalam berbagai kesempatan terkait penguatan ekonomi nasional.

Peran Sektor Pendidikan dalam Ekosistem Ekonomi

Pendidikan vokasi memegang tanggung jawab besar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai. Melalui kurikulum yang diselaraskan dengan kebutuhan industri, lulusan sekolah menengah kejuruan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja melalui UMKM yang inovatif.

Penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan berkelanjutan menjadi langkah strategis. Pemerintah melalui berbagai kementerian terkait terus didorong untuk mempermudah akses perizinan, sertifikasi halal, dan standarisasi kualitas produk agar UMKM nasional mampu menembus pasar ekspor.

Kesimpulan

Pernyataan Herman Khaeron mengenai UMKM sebagai pondasi penguat ekonomi nasional merupakan pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa kemandirian ekonomi adalah harga mati. Dengan memperkuat akar UMKM, Indonesia akan memiliki struktur ekonomi yang lebih tahan terhadap guncangan eksternal.

Dukungan nyata bagi para pelaku usaha kecil tidak boleh berhenti pada wacana. Kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang pro-rakyat, kemajuan pendidikan kejuruan, dan semangat kewirausahaan generasi muda akan menjadi motor penggerak utama Indonesia menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *