Home » Berita » Hj Ratnawati DPRD Jabar: Sapa Warga Budaya di Jatibarang Baru Indramayu

Hj Ratnawati DPRD Jabar: Sapa Warga Budaya di Jatibarang Baru Indramayu

Hj Ratnawati DPRD Jabar: Sapa Warga Budaya di Jatibarang Baru Indramayu

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, S.Pd.I., M.Pd., kembali menunjukkan komitmennya dalam menyapa masyarakat dengan menggelar acara “Sapa Warga Berbasis Budaya” di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya mendekatkan wakil rakyat dengan konstituennya.

Acara ini terselenggara setelah Hj. Ratnawati sebelumnya melaksanakan kegiatan serupa yang bertajuk ‘Dialog Wakil Rakyat’ di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, pada hari yang sama. Kehadiran Hj. Ratnawati di dua lokasi berbeda dalam satu hari menegaskan dedikasinya untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat di daerah pemilihannya.

Fokus utama dari “Sapa Warga Berbasis Budaya” adalah untuk mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat, sekaligus memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal. Hal ini sejalan dengan peran anggota dewan sebagai perwakilan rakyat yang seharusnya peka terhadap kebutuhan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat yang diwakilinya.

Dalam sambutannya, Hj. Ratnawati menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Ia berpendapat bahwa kebudayaan adalah pondasi penting bagi kemajuan suatu bangsa dan daerah. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar dialog, tetapi juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Indramayu. Hadirin disuguhkan penampilan tari tradisional, musik daerah, serta berbagai kesenian lainnya yang mencerminkan kearifan lokal. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta dan bangga masyarakat terhadap warisan budaya leluhur.

Lebih lanjut, Hj. Ratnawati menyampaikan bahwa aspirasi yang terkumpul dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan publik di tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur legislasi.

Salah satu poin penting yang diangkat dalam dialog tersebut adalah mengenai pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Hj. Ratnawati melihat potensi besar dalam hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indramayu, khususnya para pelaku seni dan UMKM.

Ia berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan begitu, komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terjalin lebih erat dan efektif. Hal ini juga diharapkan dapat menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.

Para tokoh masyarakat dan warga yang hadir menyambut baik inisiatif Hj. Ratnawati. Mereka mengapresiasi kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan dan harapan mereka kepada wakil rakyat.

Beberapa warga mengungkapkan keluhan terkait infrastruktur dasar, kesempatan kerja, serta program-program pemberdayaan masyarakat. Hj. Ratnawati mendengarkan dengan seksama setiap masukan dan berjanji akan menindaklanjutinya.

Selain itu, diskusi juga menyentuh isu-isu penting lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Hj. Ratnawati menegaskan bahwa semua sektor ini saling terkait dan perlu mendapatkan perhatian yang proporsional dalam pembangunan.

Pertemuan yang berlangsung santai namun penuh makna ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antara anggota DPRD dengan konstituennya. Suasana keakraban terasa kental, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun Indramayu yang lebih baik.

Hj. Ratnawati juga sempat berinteraksi langsung dengan para seniman lokal, memberikan dukungan moral dan semangat agar terus berkarya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, para seniman, dan masyarakat untuk memajukan kebudayaan.

Melalui kegiatan “Sapa Warga Berbasis Budaya” ini, Hj. Ratnawati tidak hanya menjalankan fungsi legislatifnya, tetapi juga turut berperan dalam menjaga kelestarian budaya. Ini merupakan contoh nyata bagaimana seorang wakil rakyat dapat bersinergi dengan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota dewan lainnya untuk lebih aktif turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan warga. Pendekatan yang humanis dan berbasis kearifan lokal seperti ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan dan partisipasi publik.

Secara keseluruhan, kegiatan yang diselenggarakan di Desa Jatibarang Baru ini memberikan gambaran positif tentang bagaimana wakil rakyat dapat berperan aktif dalam memajukan daerah, baik dari sisi pembangunan fisik maupun pelestarian budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *