Home » Berita » Ketua KTNA Sorotan: Dugaan Pungli IRPOM Terisi Indramayu Menguat

Ketua KTNA Sorotan: Dugaan Pungli IRPOM Terisi Indramayu Menguat

Ketua KTNA Sorotan: Dugaan Pungli IRPOM Terisi Indramayu Menguat

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Program Irigasi Pompanisasi (IRPOM) yang seharusnya membawa manfaat bagi petani di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini tengah diselimuti isu miring yang mengkhawatirkan.

Sorotan tajam kini tertuju pada pernyataan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat, yang diduga menguatkan adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan program bantuan pemerintah ini.

Program IRPOM sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi irigasi dan mengatasi masalah ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di daerah yang bergantung pada sumber air permukaan.

Melalui penggunaan pompa, program ini bertujuan untuk memastikan pasokan air yang stabil dan memadai, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani.

Namun, alih-alih menjadi solusi, program ini justru dilaporkan menghadapi kendala serius akibat dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan dari Ketua KTNA Kecamatan Terisi menjadi titik krusial yang menarik perhatian publik dan aparat penegak hukum.

Pihaknya secara tidak langsung mengindikasikan adanya aliran dana yang tidak semestinya keluar dari kantong para petani untuk menikmati fasilitas program IRPOM.

Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat tujuan awal dari program ini adalah untuk meringankan beban petani, bukan menambahnya.

Dugaan pungli ini muncul di tengah kekhawatiran para petani mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program bantuan pemerintah.

Mereka berharap agar setiap program yang disalurkan benar-benar sampai kepada penerima manfaat tanpa adanya potongan-potongan yang tidak jelas dasar hukumnya.

Praktik pungli, sekecil apapun, dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah dan menimbulkan ketidakpuasan.

Kecamatan Terisi sendiri merupakan salah satu wilayah di Indramayu yang memiliki potensi pertanian yang signifikan.

Keberhasilan program seperti IRPOM sangat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat petani di sana.

Dengan adanya isu pungli ini, kekhawatiran akan penyalahgunaan wewenang dan korupsi semakin menguat, sehingga memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Pihak berwenang, termasuk aparat kepolisian dan inspektorat, diharapkan segera menindaklanjuti informasi yang beredar ini.

Investigasi yang mendalam dan transparan sangat penting untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan pungli program IRPOM di Terisi.

Jika terbukti bersalah, pelaku pungli harus diberikan sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku agar menjadi efek jera.

Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program IRPOM di seluruh Indramayu, bahkan hingga ke tingkat nasional.

Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya praktik serupa di masa mendatang dan memastikan bahwa program-program pemerintah benar-benar dijalankan sesuai dengan amanat undang-undang dan etika.

Para petani adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional, dan sudah sepatutnya mereka mendapatkan dukungan penuh tanpa adanya praktik-praktik yang merugikan.

Transparansi dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan, menjadi kunci utama untuk membangun kembali kepercayaan publik.

Pemerintah daerah Kabupaten Indramayu diharapkan segera merespons isu ini dengan serius dan memberikan klarifikasi yang memadai kepada masyarakat.

Dialog terbuka dengan perwakilan petani dan tokoh masyarakat seperti Ketua KTNA dapat menjadi langkah awal yang baik untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Upaya preventif melalui sosialisasi intensif mengenai larangan pungli dan mekanisme pelaporan pelanggaran juga perlu digencarkan.

Dengan demikian, para petani akan lebih berani melaporkan jika mereka menemukan praktik-praktik yang tidak sesuai prosedur.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk media, sangat diharapkan untuk mengawal proses penanganan isu dugaan pungli ini hingga tuntas.

Semoga dengan adanya sorotan ini, program IRPOM di Terisi dapat kembali berjalan sesuai tujuannya, yaitu memberikan manfaat maksimal bagi petani dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *