Home » Berita » Kisruh Mutasi Guru di SDN Kendayakan 1 Indramayu Picu Aksi Mogok Siswa

Kisruh Mutasi Guru di SDN Kendayakan 1 Indramayu Picu Aksi Mogok Siswa

Kisruh Mutasi Guru di SDN Kendayakan 1 Indramayu Picu Aksi Mogok Siswa

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Kegiatan belajar mengajar di SDN Kendayakan 1, Kabupaten Indramayu, sempat mengalami kendala serius akibat aksi mogok sekolah yang dilakukan oleh puluhan siswa. Aksi ini merupakan buntut dari dinamika internal sekolah yang melibatkan kebijakan pemindahan tiga guru ASN serta pengunduran diri sejumlah tenaga pengajar honorer.

Meskipun aktivitas di sekolah terpantau mulai berangsur normal pasca-intervensi dari Dinas Pendidikan setempat, kehadiran siswa di kelas belum sepenuhnya pulih. Sebagian orang tua murid masih menahan anak-anak mereka untuk tidak masuk sekolah karena kekhawatiran terkait ketersediaan tenaga pendidik yang dinilai belum memadai untuk mencakup seluruh tingkatan kelas.

Akar Permasalahan Administrasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejolak di sekolah ini bermula dari adanya perbedaan persepsi mengenai pencatatan administrasi tabungan siswa. Kesalahan redaksi dalam penulisan dokumen, di mana istilah “pajak” digunakan untuk menyebutkan pemotongan biaya administrasi, memicu kesalahpahaman yang berujung pada pelaporan ke pihak dinas terkait.

Pihak sekolah sebenarnya telah mencoba memberikan klarifikasi kepada orang tua siswa bahwa pemotongan tersebut merupakan bentuk kompensasi atas pekerjaan administrasi, bukan pajak resmi. Namun, situasi telanjur memanas hingga berujung pada kebijakan pemindahan tiga guru ASN yang mengampu mata pelajaran agama, PJOK, dan wali kelas VI.

Dampak pada Lingkungan Belajar

Situasi semakin sulit ketika sejumlah guru honorer memutuskan untuk mengundurkan diri, yang diduga dipicu oleh lingkungan kerja yang dianggap kurang kondusif. Akibatnya, sekolah sempat hanya menyisakan tiga orang guru untuk menangani enam tingkatan kelas yang ada.

Kondisi ini memaksa para pengajar yang tersisa untuk bekerja ekstra dalam memenuhi kebutuhan kurikulum. Meskipun kini sudah terdapat guru pengganti, efektivitas pembelajaran masih menjadi sorotan utama bagi para wali murid yang mengharapkan stabilitas pendidikan bagi putra-putri mereka.

Langkah Penanganan Dinas Pendidikan

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Caridin, menegaskan bahwa pemindahan tiga guru ASN merupakan bagian dari upaya pembinaan dan penyegaran internal sekolah. Pihaknya mengaku tengah melakukan koordinasi intensif dengan komite sekolah untuk menormalisasi kondisi yang ada.

Terkait mundurnya para guru honorer, dinas menyatakan belum menerima laporan mendalam mengenai alasan pastinya. Namun, pihak Dinas Pendidikan telah berkomitmen untuk segera memulihkan kondisi sekolah dengan target waktu yang cukup singkat.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan perlunya transparansi dan komunikasi yang baik dalam pengelolaan administrasi sekolah, guna menjaga harmoni antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *