Home » Berita » Kisruh SDN Kendayakan 1: Penjelasan Disdik Atas Mogok dan Mundurnya Guru

Kisruh SDN Kendayakan 1: Penjelasan Disdik Atas Mogok dan Mundurnya Guru

Kisruh SDN Kendayakan 1: Penjelasan Disdik Atas Mogok dan Mundurnya Guru

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Aktivitas belajar mengajar di SDN Kendayakan 1, Kabupaten Indramayu, sempat mengalami gangguan signifikan setelah munculnya polemik internal yang memicu aksi mogok belajar oleh para siswa. Persoalan ini dipicu oleh akumulasi ketidakpuasan terkait administrasi sekolah hingga berujung pada mutasi tenaga pendidik serta pengunduran diri sejumlah guru honorer.

Kondisi sekolah sempat berada dalam situasi yang tidak kondusif. Meski aksi mogok siswa secara resmi telah berakhir, pihak orang tua siswa masih menunjukkan sikap waspada. Banyak di antara mereka yang memilih menunda kehadiran anak ke sekolah karena kekhawatiran akan minimnya tenaga pengajar yang tersedia untuk mendampingi proses belajar di kelas.

Akar Permasalahan Administrasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejolak di SDN Kendayakan 1 bermula dari kesalahan penulisan redaksi dalam administrasi tabungan siswa. Terdapat penggunaan istilah “pajak” untuk mendeskripsikan potongan tertentu yang sebenarnya ditujukan sebagai upah pengelolaan administrasi bagi para guru.

Kesalahan tulis tersebut memicu kesalahpahaman di kalangan orang tua hingga akhirnya dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Pihak sekolah sebenarnya telah mencoba melakukan komunikasi terkait hal ini, namun ketegangan yang terlanjur meluas berdampak pada kebijakan mutasi terhadap tiga guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketiga guru yang dipindahtugaskan tersebut mencakup guru mata pelajaran Agama, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta seorang wali kelas VI. Selain mutasi ASN, kabar pengunduran diri beberapa guru honorer turut memperparah situasi keterbatasan tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Langkah Pemulihan Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Caridin, secara resmi mengonfirmasi adanya mutasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan pemindahan guru ASN merupakan bagian dari upaya penyegaran dan pembenahan tata kelola di lingkungan SDN Kendayakan 1.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kekurangan guru, pihak Dinas Pendidikan memastikan bahwa proses pemenuhan tenaga pengajar pengganti sedang berjalan. Caridin menargetkan seluruh kebutuhan guru di sekolah tersebut akan terpenuhi sepenuhnya dalam jangka waktu maksimal satu minggu ke depan.

Komitmen Perbaikan Komunikasi

Selain masalah teknis, Caridin mengakui bahwa dinamika komunikasi di internal sekolah yang kurang harmonis turut memperburuk situasi. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak orang tua dan masyarakat atas kegaduhan yang sempat mengganggu hak pendidikan para siswa.

Saat ini, langkah strategis yang dilakukan Dinas Pendidikan adalah:

Meskipun saat ini kegiatan belajar sudah mulai kembali berjalan, kehadiran siswa di SDN Kendayakan 1 belum mencapai angka seratus persen. Fokus utama Dinas Pendidikan saat ini adalah memulihkan kepercayaan orang tua murid dan memastikan bahwa seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI mendapatkan hak pengajaran yang layak melalui ketersediaan guru yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *