Home » Berita » Peserta UTBK Tertangkap Basah Memakai Alat Bantu untuk Berbuat Curang di Untidar

Peserta UTBK Tertangkap Basah Memakai Alat Bantu untuk Berbuat Curang di Untidar

Peserta UTBK Tertangkap Basah Memakai Alat Bantu untuk Berbuat Curang di Untidar

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar (Untidar), Magelang, pada Rabu, 29 April 2026, tercoreng oleh insiden dugaan kecurangan yang dilakukan oleh salah seorang peserta.

Peserta tersebut dilaporkan tertangkap basah menggunakan perangkat elektronik tersembunyi di dalam telinganya. Tujuannya diduga untuk mendapatkan bantuan jawaban selama ujian berlangsung.

Aksi ini berhasil diungkap berkat kejelian para pengawas ujian. Meskipun peserta tersebut sempat lolos dari pemeriksaan awal menggunakan metal detector, kecurigaan muncul dari perilaku yang tidak biasa.

Pengawas dan operator Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mendapati peserta tersebut menunjukkan gelagat yang tidak wajar. Ia tampak gelisah dan berulang kali menyentuh area telinganya.

Baca juga di sini: Guru PNS Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, petugas menemukan sebuah alat bantu dengar berukuran kecil yang disembunyikan di dalam telinga peserta tersebut. Tidak hanya itu, petugas juga berhasil mengamankan satu unit ponsel dan perangkat lain yang diduga kuat digunakan untuk memfasilitasi kecurangan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar, Suyitno, mengkonfirmasi bahwa seluruh temuan terkait insiden ini telah didokumentasikan secara resmi dalam berita acara. Peserta yang bersangkutan juga telah mengakui kepemilikan perangkat-perangkat tersebut.

“Seluruh temuan sudah kami tuangkan dalam berita acara. Yang bersangkutan juga mengakui barang tersebut miliknya. Perangkat itu jelas dilarang dibawa saat pelaksanaan UTBK,” ujar Suyitno pada Rabu (29/4/2026).

Ia menekankan bahwa proses pemeriksaan peserta telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk penggunaan metal detector. Namun, kewaspadaan pengawas tetap diinstruksikan untuk ditingkatkan selama jalannya ujian.

“Kami tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga menginstruksikan pengawas untuk mencermati perilaku peserta selama ujian,” tambahnya, menegaskan pentingnya pengawasan aktif.

Meskipun terindikasi melakukan kecurangan, peserta tersebut tetap diizinkan untuk menyelesaikan ujiannya hingga selesai. Namun, ia mendapatkan tambahan waktu selama 15 menit sebagai konsekuensi dari proses pemeriksaan yang berlangsung.

Setelah ujian berakhir, panitia universitas melakukan pemeriksaan lanjutan dan secara resmi menyita seluruh barang bukti yang terkait dengan praktik kecurangan tersebut. Peserta yang bersangkutan juga telah menandatangani berita acara pelanggaran yang disiapkan.

Saat ini, pihak Universitas Tidar masih menunggu arahan dan keputusan dari panitia pusat UTBK mengenai sanksi yang akan dijatuhkan. Keputusan tersebut mencakup kemungkinan diskualifikasi peserta dari seluruh rangkaian UTBK.

Insiden ini menjadi sebuah peringatan penting bagi seluruh penyelenggara UTBK. Kasus ini menyoroti perlunya upaya terus-menerus untuk memperketat sistem pengawasan, mengingat modus kecurangan yang semakin berkembang dan canggih seiring waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *