Home » Berita » Ratusan Alat Deteksi Kecurangan UTBK Dibagikan UB

Ratusan Alat Deteksi Kecurangan UTBK Dibagikan UB

Ratusan Alat Deteksi Kecurangan UTBK Dibagikan UB

SMKSMUHAMMADIYAH-HGLS.SCH.ID – Universitas Brawijaya (UB) mengambil langkah tegas untuk memperketat pengawasan terhadap potensi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026 di lingkungan kampusnya.

Langkah ini diimplementasikan melalui distribusi ratusan alat bantu yang dirancang khusus untuk mendeteksi berbagai bentuk kecurangan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen UB untuk menjaga integritas dan kejujuran proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Koordinator Tim Distributor UTBK, Dyta Nor Wina Sari S.AB., yang juga tergabung dalam Direktorat Perencanaan dan Pengendalian Program UB, menjelaskan bahwa universitas selalu berupaya untuk berinovasi setiap tahunnya. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi dan mencegah segala bentuk potensi penyimpangan yang mungkin terjadi selama ujian berlangsung.

Pada UTBK tahun 2026 ini, UB menambahkan penggunaan alat senter sebagai salah satu metode pencegahan kecurangan. Alat ini secara spesifik ditujukan untuk mendeteksi praktik curang yang mungkin dilakukan melalui penggunaan alat bantu seperti earphone tersembunyi. Selain itu, berita acara kecurangan juga disediakan sebagai dokumen resmi pencatatan jika terjadi pelanggaran.

Dyta merinci bahwa sebanyak 134 buah senter dan 67 unit metal detektor telah didistribusikan ke berbagai titik lokasi pelaksanaan ujian. Distribusi alat-alat ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.

Tidak hanya alat pendeteksi, UB juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan kertas buram. Kertas-kertas ini akan dihitung dengan teliti sebelum akhirnya dihancurkan. Sebanyak 82 rim kertas buram telah dialokasikan, dengan perhitungan dua lembar per peserta ujian. Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah potensi penyalahgunaan kertas buram.

“Jika ditemukan ada lokasi yang sarana prasarananya belum lengkap, maka mengajukan penambahan. Pun, jika ada alat yang ada tidak bisa dipakai, nanti bisa ditukar,” tegas Dyta, menekankan kesiapan UB untuk memastikan kelancaran dan kelengkapan fasilitas ujian di semua titik.

Selain peningkatan pada aspek alat dan perlengkapan, UB juga memperbarui sistem pelaporan tindak kecurangan. Dyta memaparkan bahwa pada tahun sebelumnya, laporan kecurangan hanya berupa berita acara pelanggaran, di mana pengawas mencentang bentuk pelanggaran yang terjadi sebelum diinput ke sistem secara daring.

Namun, untuk tahun ini, laporan kecurangan dibuat lebih komprehensif. Individu yang terbukti melakukan kecurangan diwajibkan untuk ikut menandatangani laporan berita acara kecurangan tersebut. Hal ini diharapkan dapat memberikan bobot lebih pada laporan dan memperjelas akuntabilitas.

Baca juga di sini: Pentingnya Etika dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan: Penekanan dari Wamenristek

Pengawasan terhadap kecurangan melalui “joki” juga menjadi fokus utama. Para pengawas ujian diminta untuk meningkatkan ketelitian mereka dalam memeriksa dokumen identitas dan wajah peserta. Pemeriksaan ini mencakup pencocokan wajah peserta dengan foto yang tertera pada daftar hadir (absensi) untuk memastikan kesesuaian identitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *